Senin, 30 Desember 2013

Akirnya liburan juga ya guys. Ya tapi sama aja kalau liburannya dirumah, nggak kemana-mana. Nggak apa-apa deh, yang penting liburan nggak diganggu oleh tugas sekolah. Liburan kan identik dengan bermalas-malasan. Right? Kalau buat anak kelas 3, seperti aku ini. Liburan harus dimanfaatin dengan baik loh. Nanti udah nggak ada liburan lagi, udah pada sibuk. Sibuk dengan ujian-ujian. Ujian praktek, ujian sekolah, ujian nasional, dan ujian hidup (?) Abis ujian selesai itu liburnya lumayan lama loh. Amazing. Tapi tetap aja harus belajar untuk tes SBMPTN, itu khusus masuk kuliah. Ada juga sih yang langsung kerja, tapi kalau anak SMA masuk kerja itu susah.

Waktu pengambilan rapot kemarin, dikasih hasil psikologi. Rekomendasiku adalah komunikasi, sastra asing/indonesia, antropologi/archeologi. Sama sekali tidak ada akuntan. Padahal aku mau ngambil akuntan, ko nggak ada ya. Huft. Bearti aku lemah dihitung-hitungan, bukan hitungan dalam matematika ya, kalau itu jelas lemah sekali. Apa aku tetap ngambil akuntan atau ngambil salah satu dari rekomendasi psikologiku? Dari 3 rekomendasi ada 1 minat yaitu sastra. Iyaa aku minat disastra. Sastra indonesia tepatnya. Mau juga sih disastra asing. Terus kata orang-orang komunikasi juga bagus. Lah komunikasi itu ngapain? Baru ini dengar jurusan komunikasi. Kalau antropologi itu mirip sosiologi dan archeologi itu mirip sejarah, sama sekali nggak minat. Ko bisa dapat rekomendasi itu ya? Ada temanku yang dapat akuntan, yaampun itu beruntung banget. Iyaa sih dari kata-katanya emang pintar dan jelas bisa dapat rekomen akuntan. Nggak nyangka sekali dia udah pintar, baik lagi sama aku. Teman lama, teman dari smp diyogya. Udah lama nggak kontak, tapi dia masih nyimpan no. hpku dan semenjak ada BBM kita bisa kontakan lagi.

"... Oiya, ada tes psikologi nggak dimuhi?."
"... Udah kemaren, udah dibagi malah hasilnya."
"Hasilnya dapat apa?."
"E. Akuntansi, E. Manajemen, psikologi. Kamu?."
"Jiah dapat akuntan nih. Aku sih komunikasi, sastra asing/indonesia sama antropologi."
"Iya dapat akuntansi itu sesuatu:3 lumayan tuh."
"Wah hebat :) iyaa lumayan, ada sih minat sastra tapi ko gitu."
"Haha mau masuk apa sih kamu pengennya?."
"Akuntan, tapi sastra juga mau sih."
"Enak akuntan tapi berat saingannya."
"Iyaa kamu pasti bisa itu mah, kalau aku kan masih tanda tanya."
"Amiin o:) bisa sel bisa yang giat lagi ;) sastra juga enak ko."
"Iyaa amin makasih :D iyaa sastra juga enak, kan seru anak sastra gitu wkw."
"Haha buat puisi, gombal dll haha."
"Gombal? Sekiranya loh."
"Haha kan anak sastra biasaanya gitu wkwk."

Rabu, 25 Desember 2013

Akhir-akhir ini aku sering membuka bahkan membaca artikel atau berita tentang Universitas. Asli, aku sampe saat ini belum kepikiran mau ambil jurusan apa, apalagi univ mana. Entahlah, emang belum kepikiran apa emang dasarnya males ya. Abisnya udah keburu pesimis duluan lihat nilai-nilaiku yang cuma pas dengan rata-rata. Perasaan nilai-nilaiku segitu mulu deh. Kalau meningkat ya paling meningkat dikit, seemprit lah. Teman-temanku udah pada heboh mau masuk univ ini lah jurusan ini lah, sedangkan aku? Senyum sendiri. Bingung. Ada sih mau ngambil jurusan akuntansi, tapi apa aku sanggup. Takutnya dihitungannya itu. Terus ekonomi, sebenarnya aku nggak minat tapi harus itu abisnya bersangkutan banget dengan jurusan yang aku ambil sekarang, ya ips. Kalau sastra, ada sih minat mau kesastra indonesia, tapi rumit. Terus jurusan yang berbau pkn, hukum, HI, pemerintahan, nah kalau itu aku sama sekali nggak minat. Pkn aja nilainya selalu rendah, masa nanti aku ngambil jurusan itu. Maaf aja deh. Ko aku banyak alesan ya, heheh. Begini lah orang yang belum nentuin masa depan mau jadi apa. Masih belum tau arah harus kemana esok. Masih bimbang. Aku juga cuma tau univ yang bagus sedikit, padahal kan banyak banget. Aku juga belum mencari tau univ mana saja yang jurusannya baik. Nah jurusannya aja belum tau. Apalagi univ. Duh. Univ diyogya itu banyak yang bagus, tapi aku pengen banget univ yang diluar kota. Dan enggak mungkin juga lah, lihat orang-tua yang overprotec gitu. Greget juga lama-lama, punya orang-tua yang overprotec.


Tapi, aku harus nentuin kemana aku akan berjalan, kemana aku akan bawa masa depanku nanti.

Senin, 23 Desember 2013

Salah ya aku ingin seperti yang lain ?
Salah ya aku ingin bebas ?
Salah ya aku ingin merasakan hal yang berbeda ?
Salah ya mah ?
Salah ?

Iya, aku emang selalu salah dimata mama kok. Aku dipandang selalu jelek, nggak pernah dipandang baik. Nggak tau kenapa mama kayak gini banget ke aku. Aku emang belum bisa bikin mama bangga, bisanya cuma ngecewain sama nambahin beban. Iyaa aku nyadar itu kok ma. Mama nggak tau sepenuhnya aku itu gimana, mama cuma lihat aku dari luarnya aja. Mama nggak tau kan dalamnya aku gimana? Mama cuma tau aku senang-senang. Mama cuma tau aku nangis karna siapa, padahal aku nangis karna banyak hal. Termasuk menangis melihat perilaku mama terhadapku. Aku mau nikmatin masa SMA, yang kata orang, masa yang paling indah. Tapi apa, sama aja seperti masa SMP. Mama selalu ngelarang ini itu, dan aku coba nurutin. Mama nggak pernah nilai, keberusaha-an aku itu gimana supaya berubah apa yang mama inginkan. Aku udah berusaha ma. Tapi mama selalu nilai SAMA SAJA, nggak ada yang berubah. Sampai kapan mama giniin aku? Kalau sampai kuliah mama tetep giniin aku, aku nggak akan diam lagi seperti saat ini. Aku sabar, sabar banget malahan. Sampai ngebatin gini. Sekarang aku nurut apa kata mama daripada apa kata hati kecilku sendiri. Aku yakin disetiap kesedihanku ini pasti ada kebahagiaan yang sudah menungguku. Entah itu kapan, yang pasti bukan sekarang. Aku tetap nerima perlakuan mama, karna aku sayang mama. Nggak apa-apa aku sakit nahan ini semua, yang penting aku bisa dekat sama mama. Aku juga ingin sekali punya mama yang bisa diajak curhat, rasanya pasti menyenangkan sekali. Ah seandainya..

"Shella kuat ko, shella pasti kuat. Shella yang sekarang nggak boleh lemah. Shella yang sekarang harus kuat ya." - dalam hatiku berbicara, nyemangatin diri sendiri

Selasa, 17 Desember 2013

"Masih jomblo kamu sel?."
"Aku single bukan jomblo."
"Ya intinya mah sama."
"Iyaa lah. Ko kayak udah lama banget sih, pake ada 'masih'-nya segala."
"Haha. Lah bukannya kemarin abis jalan sama cowok."
"Oh itu. Itu cuma temen kali."
"Kirain sih, bribikan terus jadi pacar *emote ketawa*"
"Sekiranya loh."
"Awet banget deh. Perasaan pacaran nggak seawet kamu menjomblo. Mbok kamu yang pacaran tuh awet bukan jomblo yang awet."
"Pinginnya begitu. Tapi ya gimana. Belum ada yang bisa bikin aku awet. Ada aja masalahnya."
"Diawetin aja kali. Gitu aja susah."
"Kamu kira makanan diawetin segala."
"=))"