Selasa, 06 Desember 2016

Quotes by Boy Chandra

Semoga kamu selalu baik - baik saja. Dengan siapa pun kamu hidup hari ini. Seperti aku yang juga ingin baik - baik saja, lebih baik dari sebelumnya.

Semua yang pernah terjadi, usai sudah. Anggap saja itu pelajaran hidup. Meski waktu itu sakit sekali rasanya menghadapi semua yang kamu pilihkan untukku.

Hari - hari itu telah berlalu. Aku sudah menemukan hidup yang membuat hidup, hidupku. Kini semua perihalmu adalah hal yang biasa saja. Jika pun aku menulis satu dua tulisan sedih, semata untuk hiburan semata.

Apalagi gunanya kenangan, selain ditulis untuk bacaan menyenangkan. Sebab mengulang kenangan pahit adalah hal yang tidak akan menyenangkan.

Selasa, 22 November 2016

Sebuah Usaha Melupakan from buku Boy Chandra

Suatu masa di masa silam, aku pernah bertahan sekuat - kuatnya untuk seseorang. Bahkan separuh warasku abaikan. Aku menjadi apa pun asal bisa dengannya, agar semua yang kuinginkan dapat kumiliki. Waktu itu aku membutakan diri sebuta - butanya. Menjadi tuli untuk segala perkara yang melemahkan dada. Aku ingin dia, kuperjuangkan dia sekencang - kencangnya berlari. Hingga, tersungkur aku setengah mati. Namun yang ku dapatkan adalah kenyataan dia tidak peduli.

Hari - hari patah dan kalah, hari - hari kecewa dan jatuh akhirnya ku lalui juga. Panjang rentang waktu terasa. Nyatanya luka lebih dalam dari apa yang aku kira. Aku menenangkan diri berkali lipat dari patahhati patahhati sebelumnya. Dia tak hanya menghancurkan harapanku, dia juga mengajarkan betapa kejamnya perasaan yang dia miliki kepadaku. Dia membuat yang kuberikan dengan segalanya, dibalas hantam tangis sehina - hinanya. Ia campakkan begitu saja, hingga sepenuh latar bumi, sepalung lautan ku kutukan sepi sepanjang hidupnya. Hari itu, usai sudah segala perkara. Kulepaskan ia kepada semesta, matilah bersama sedih - sedih yang ia derita.

Senin, 12 September 2016

21 AGUSTUS 2016

Bulan lalu, ya Agustus adalah bulan yang sangat membahagiakan untuk ku.
Kenapa ? 
Karena bulan itu adalah bulan dimana umurku bertambah.
Tua. Ya umurku sudah berkepala 2.

Jujur, aku belum siap umurku sudah menginjak kepala 2 ditahun ini.
Karena aku belum pantas.
Karena aku masih kekanak-kanakan.
Karena aku belum bisa mandiri.

Jika sudah menginjak kepala 2, masalah yang akan dihadapi nanti akan semakin berat.
Jika sudah menginjak kepala 2, perihal tanggung jawab akan semakin besar.
Jika sudah menginjak kepala 2, tidak lagi soal main - main.

Siap nggak siap, memang harus disiapin dari sekarang.
Aku harus lebih banyak belajar. Lebih memahami karakter orang lain. Lebih nerima sifat - sifat orang lain.

***

Aku sangat berterima kasih untuk kedua orang tuaku yang tidak henti - hentinya berdoa untuk kebaikan dalam setiap langkah putrinya. Tidak henti - hentinya pula menasehatiku memarahiku membimbingku sampai sekarang.
Terima kasih juga untuk adek jagoanku satu - satunya yang aku miliki. Tanpa kamu, rumah nggak akan hidup. Tanpa kamu, mungkin aku ngerasa bosan tiap hari bahkan detik berada dirumah.

Dari umur 17 tahun hingga 20 tahun ini ulang tahunku tidaklah garing. Selalu berkesan. Selalu memberikan kenangan yang indah.
Aku sangat berterima kasih sama kalian yang masih ada didekat ku, masih mau nemenin keseloanku, masih berkenan mendengar curhatan nggak jelasku. Bahagia banget disetiap umurku bertambah kalian selalu memberikan kejutan - kejutan yang nggak terduga. Sekali lagi, Terima kasih Sahabatku. Mau bilang terima kasih juga buat kamu yang dulu pernah mengisi hari - hariku udah ngucapin aku saat itu.

Oiya,
Tak lupa, aku mau berterima kasih sama kamu, iya kamu yang sekarang menjadi kekasih hati. Kamu memang terbilang masih baru dikehidupanku, tapi aku udah ngerasa sangat bahagia. Ingat terus ya, kita tidak boleh dikalahkan oleh jarak. Kita harus sama - sama berjuang melawan jarak. Semangat!

Terima kasih ya, kamu sudah datang di hidupku. Akan sangat berterima kasih jika kamu bersedia menetap dalam jangka waktu lama bersamaku, tidak sekedar datang lalu pergi.

Harapanku, kamu akan terus menemaniku dan membimbing aku.
Karena aku butuh kamu.
Jangan pernah pergi.
Hatiku sudah jatuh di kamu. :)







Selasa, 07 Juni 2016

JARAK

Jadi seperti ini rasanya berhubungan yang dipisahkan oleh jarak. Ya, masih belum begitu lama menjalin hubungan yang berstatus LDR ini. Disaat rindu melanda, kita hanya bisa bilang "Aku kangen." atau "Freecall / videocall yuk bentar aja." atau "Sabar ya ini cuma sementara." Haha iya sementara, sementaranya bukan sehari ataupun seminggu. Tidak jarang kalo kita sedang videocallan terputus - putus akibat jaringan nggak stabil. Mendengar suaranya saja walau hanya beberapa menit sudah mengobati sedikit rindu yang kumiliki. Saat kita freecallan memang dialah yang paling banyak bercerita. Aku ? Ya.. Lebih banyak mendengarkan. Bukan.. Aku bukan ga mau bercerita. Aku hanya bingung memulai cerita darimana. Aku masih sering deg - degan berinteraksi denganya. Entah kenapa. Iya aku tau disini, dia sudah menjadi bagianku. Dia yang memilih aku. Dan aku menerimanya. Terkadang tingkahku suka bikin dia malu atau bahkan mempermalukan diriku sendiri.

LDR itu ternyata menyenangkan. Paling tidak itu yang aku rasakan selama ini. Kita yang menjalani LDR nggak usah peduli terhadap omongan orang luar, kalaupun nanti LDR ini berakhir dengan kurang menyenangkan, jangan menyalahkan jarak. Karena dari awal kita sudah sepakat untuk memilih berhubungan jarak jauh, dengan segala risiko dan kekhawatiranya.

Jarak mengajarkanku akan banyak hal.
Yang sebelum adanya jarak, aku adalah seorang cewek yang manja. Apa - apa selalu minta ditemenin. Minta dijemput. Minta diantar sana - sini. Dengan adanya jarak ini aku belajar mandiri, belajar berdiri sendiri tanpa bergantung orang lain.
Yang sebelum adanya jarak, aku adalah seorang cewek yang egois. Kemauanku harus selalu diturutin.
Yang sebelum adanya jarak, aku belum begitu ngerti seberapa pentingnya rindu dalam suatu hubungan. Karena sebelum adanya jarak tiap minggu pasti bertemu.
Jarak mengajarkan aku untuk lebih menghargai orang lain, terutama menghargai sosoknya yang jauh.

Harus ku akui, ketika rindu itu melanda rasanya memang sakit banget. Air mata tak pernah mampu meringankan kerinduanku padanya. Aku berusaha sebisa mungkin untuk menikmati rindu ini, rindu yang tidak akan pernah dimengerti oleh mereka yang mecibir LDR.

Aku setuju dengan kutipan ini, "Jarak bukanlah musuh yang ada untuk dilawan. Jarak tak pernah melakukan apa-apa pada kita, meski tidak jarang jarak jadi satu-satunya pelampiasan atas apa yang menimpa dan terjadi. Tentunya menyisakan pertanyaan: apa yang sudah diperbuat oleh jarak kepada kekasihmu ? Makin tebalkah cintamu, atau ..."

Rabu, 27 April 2016

Saatnya berpikir pake logika bukan lagi bawa-bawa perasaan.

"Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak-kanakan lagi. Aku hanya berharap, aku dan kamu baik-baik saja. Kita bahagia bersama, dijalan yang berbeda. Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya. Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis."

Rabu, 30 Maret 2016

Sakit. Sakit banget. Apa aku salah ? Salah karena terlalu cepat menjatuhkan hati kepada sesosok pria baru.
Pria yang selama ini aku pikir nggak akan macem-macem dibelakangku.
Pria yang selama ini sangat aku percayai.
Pria yang selama ini aku banggakan.
Pria yang selama ini aku cinta.
Pria yang selama ini sudah aku harapkan.
Ok, kita hanyalah dua manusia yang tinggal dikota yang berbeda. Jarak yang bisa dibilang tidaklah dekat.
Apa karena jarak yang membuat kamu bisa seenaknya dibelakangku ?
Apa memang kamu belum 'sepenuhnya' lepas dari cerita masa lalumu ?
Apa memang sebenarnya kamu tidak benar-benar mencintaiku ?
Apa aku hanya jadi pelampiasanmu saja ?
Apa...apa...dan apa...
Pertanyaan-pertanyaan negatif mulai bermunculan. Kalau memang dirimu belum bisa lepas dari cerita masa lalu, sebaiknya aku mundur. Sedih ? Iya banget. Aku nggak boleh mentingin ego. Karena aku pernah mengalaminya, bahwa bangkit dari masa lalu sangat tidak mudah. Jadi, lebih baik aku mundur. Mundur untuk kebahagiaanmu disana. Kebahagian yang begitu dekat, sehingga dengan mudahnya bertemu. Tapi terasa sakit apabila kamu mencari pelampiasan demi kesenangan pribadi dan parahnya kamu tidak perduli bagaimana perasaan yang menjadi korban kesenanganmu.

Untuk detik ini, aku kecewa sama kamu. Aku nggak tau harus berbuat apa, karena aku sudah terlanjur kecewa dan kamu sukses bikin hati ini sakit.

Terima kasih. :)

Rabu, 09 Maret 2016

Aku bangga banget punya orang tua seperti mereka. Tapi ada satu pertanyaan yang bikin sedih,
Apa mereka juga bangga punya anak seperti aku ?. Hiks. :(

Senin, 07 Maret 2016

18 - 23 Januari 2016

Buat aku pribadi awal tahun ini sudah mengukir banyak cerita dan pengalaman baru.
Mau tau kan apa saja, baca ceritaku ini ya blogger. ;)

Liburan semester kemarin di isi dengan nge-gembel bareng sahabat-sahabatku ke kota Bandung. Sahabatku ini teman dekat aku selama dikampus, Ayu dan Kiki. Walaupun cuma 4 hari di Bandung tapi banyak cerita disana. Awalnya aku dan kiki iseng bikin rencana traveling antara Bandung atau Jakarta pada akhir desember. Tapi kita fix pilih Bandung. Kita mikir kalo cuma ber 2 apa nggak boring, dan kita ngajak Ayu untuk ikut. Ayupun bersedia. Kami berangkat dari stasiun Lempuyangan hari senin pukul 7 malam. Pertama kalinya untuk aku naik kereta dengan sahabat dan pertama kalinya dalam hidup aku traveling ke luar kota bersama sahabat. Sampai di stasiun Kiaracondong Bandung pukul setengah 4 pagi. Sewaktu digerbong kereta, kami bertemu dengan teman Ayu, teman Ayu ini juga berhenti di Kiaracondong. Sesampainya distasiun, teman Ayu dijemput sama temanya tapi mereka mau nemani kami dan bantu kami nyari angkot jurusan lembang.
"Ini yakin mau langsung lembang ?." Tanyaku
"Yakin, hari pertama dan kedua kita fokus disekitar lembang dulu." Jawab Kiki
Sejaman nunggu distasiun karena menang belum ada angkot jam segitu. Kami putuskan pergi dari stasiun nyari angkot, kami lewatin pasar yang ramenya pake banget. Angkot jurusan lembang biasa mangkal di ujung jembatan, kami duduk dipinggir jalan sembari istirahat. Nggak lama kami dapet angkot yang kami inginkan. Terima kasih buat teman Ayu + temanya yang udah bersedia menemani kami sampai mendapatkan angkot. Pemandangan Bandung + Lembang dipagi hari sangat indah. Rasanya nggak mau balik jogja lagi, mau menetap disini. Di daerah pegunungan yang sejuk ini. Sesampainya di Lembang, kamipun mencari penginapan. Oiya untuk sampai di Lembang kami harus naik angkot 2 kali. Kami mencari penginapan yang bener-bener pas dengan uang saku yang dibawa. Pilihan kami jatuh ke penginapan pertama (karna ada 3 pilihan dan itu harganya lumayan mahal dan kami pilih yang standar).


Day 1,
Jam menunjukan pukul 07.00 dipenginapan. Kami istirahat sebentar, pukul 10.30 kami lanjut untuk mengexplore Lembang. Tujuan pertama kami itu Cikole. Sampainya dicikole hujan deras, kami neduh dipos satpam lumayan lama. Hujan deras berganti gerimis, kamipun melanjutkan explore disini. Sudah merasa bosan explore disini, kami melanjutkan explore kebun teh Ciater yang dekat sama wisata Tangkuban Parahu. Sebelumnya kami makan siang dulu disekitar cikole. Kami naik angkot sampai Kebun Teh.
"Teh mau ditunggu sekalian nggak ? Nanti udah nggak ada angkot lagi, tapi bayaranya nambah." Tawar bapak sopir angkot
"Nggak usah pak." Jawab kami
"Modus amat sih, nggak mungkin kalo nggak ada angkot lagi. Minta nambah pula." Gerutu Kiki
Pulangnya dari Kebun Teh, kami jalan sebentar yang biasa angkot lewat. Kami nunggu tapi nggak ada 1 angkotpun lewat. Padahal masih pukul 15.30.
"Asem, jangan-jangan bapak tadi bener kalo jam segini udah nggak ada angkot lagi."
"Terus gimana ?."
"Mau nggak mau kita harus jalan sampai ada angkot lewat."
Kami jalan...terus berjalan... Kami berjalan sekitar 1 km lebih. Semua kendaraan yang lewat pada melihat ke arah kami. Ya memang hanya kami ber-3 yang berjalan dijalan raya itu.
"Buset masa pada ngelihatin doang sih, nggak mau nawarin numpang gitu kek." Gerutuku
"Kalo di jogja mah pasti pada nawarin." Kata Kiki
"Udah lah kan kita kesini mau gembel." Kaya Ayu
Nggak lama lagi ada elf lewat, kamipun segera naik elf tersebut, meskipun udah penuh banget, jadilah kami desek-desekan. Malamnya dipenginapan kami kelaparan, dan kami putuskan beli makanan dekat-dekat sini. Kami makan nasgor. Seharian kami makan nasgor lho haha. Selesai makan, kami balik ke penginapan. Ada teman kami, Alif, dia mau main kesini. Dia dari Bandung. Kami nungguin sampai kami terlelap. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan manggil-manggil nama Kiki. Kiki yang membukakan pintu sedangkan aku dan Ayu masih tertidur pulas. Ternyata Alif, dia bawa 1 temanya. Ayupun bangun dan mereka semua main kartu. Aku kebangun karena berisik. Dan aku ikut gabung main dengan mereka. Jam 1 an Alif + temanya pamit pulang. Kamipun tidur kembali.



Day 2,
Aku + Kiki mau ke De ranch dan Floating Market. Ayu nunggu dipenginapan karena pukul 13.00 masa penginapan kami habis. Kita ber-2 naik angkot turun ke arah De ranch. Abis dari De ranch kita lanjut ke Floating Market. Karena De ranch agak masuk dan tidak dilewati oleh angkot, kitapun jalan kaki. Ada ojek sih tapi kita lebih milih untuk jalan, ya bisa dibilang menghemat uang. Ke Floating Market kita lebih milih naik Andong. Seru euy. Setelah dari Floating Market, kita kembali ke penginapan. Disana Ayu sudah menunggu didepan kamar. Istirahat sebentar sembari nunggu hujan reda. Hujan agak reda, kami turun ke arah De ranch tadi, kami mau mengexplore Taman Bunga Begonia yang memang letaknya tidak jauh dari De ranch. Kami ber-3 naik ojek, karena cuacanya lagi hujan, biar cepat sampai. Dilanjutkan lagi ke Farm House. Kami naik angkot dari Begonia terus berhenti nggak tau dimana, karena batas angkot cuma sampai sini. Kami diantar sama anak cewek smp, dia bersedia menemani kami untuk naik angkot jurusan Farm House, karena dia juga mau pulang, rumahnya dekat situ. Kami diajak adeknya lewatin pasar yang becek. Untung aku nggak pake sepatu. Kami sampai di Farm House yang mana hujan semakin deras. Kami nggak perduli, kami tetap mengexplore tempat ini meskipun sudah basah kuyup. Tidak terasa langit mulai gelap, tiba-tiba,
"Coba deh kalian lihat ke arah pohon itu, ada yang aneh nggak ?." Tanya Ayu
"Yang itu kan ?. Aku lihat." Jawab Kiki
"Mana sih ?. Aku nggak lihat apa-apa." Jawabku
"Ini lho shel, searah sama kepalaku. Coba perhatiin." Kata Ayu
"Iya udah, nggak ada apa-apa."
"Kamu lihat kan ada ranting bentuknya segitiga, nah disitu ada sesuatu. Kayak pocong." Jelas Kiki
"Apaan, nggak ada sumpah."
"Yaudah ki, paling shella nggak dikasih lihat. Cuma kita berdua aja yang dilihatin."
Adzan isya telah berkumandang. Dan kami bingung mau nginap dimana malam ini. Rencananya kami mau nyewa tenda tapi nggak jadi.
"Kita nyari masjid aja dulu yuk. Nanti gampang tidur dimananya, bisa dimasjid atau nggak minta tolong Alif." Saran Ayu
Kamipun keluar dari Farm House mencari masjid yang dekat-dekat sini. Kami berhasil menemukan masjid tapi kami lebih milih ngisi perut dulu yang mana di dekat masjid ada rumah makan. Kami mengobrol sama ibu yang ternyata punya rumah makan ini, dan ibu ini menawarkan kami tidur dirumahnya. Awalnya kita nggak enak hati takut ngerepotin tapi ibunya bilang, "Sama sekali nggak ngerepotin lagian udah ijin sama suami saya dan dibolehin, daripada kalian tidur dikos cuma semalam kan sayang uangnya. Udah nggak apa-apa, tapi tempatnya seadanya ya." Baik sekali ibu ini. Kamipun bermalam disini.


Day 3,
Kami melanjutkan perjalanan. Kami pamit sama bapak + ibu yang udah berbaik hati mengijinkan kami bermalam dirumahnya. Terima kasih banyak ya bapak & ibu, maaf udah ngerepotin kalian. Lain kali kalo kami main ke Lembang lagi, kami akan mampir. Kami menuju destinasi terakhir di Lembang. Ya Dusun Bambu, yang letaknya lumayan jauh dari Farm House. Abis dari Dusun Bambu kami menuju Kota Bandung. Lembang ke Bandung ditempuh sekitar sejam. Pas diangkot Kiki mual dan muntah. Ayu juga tidur. Mereka kelelahan. Kami turun di Trans Studio. Aku dan Kiki yang masuk ke Trans Studio dan menikmati wahana, Ayu nunggu di es teler 77. Pukul 17.00 kami keluar dari Trans Studio dan menguhubungi Alif suruh jemput kami ber-3. Alif datang naik motor sendirian, dan Kiki yang pertama ikut. Alif datang lagi sama temanya, jemput Aku dan Ayu. Kami nginap dikos cowok temanya Alif. Ada kamar kosong yang mana orangnya lagi pulang kerumah. Ya lumayan nggak ngeluarin uang, soalnya uang kami udah mulai sekarat. Pukul 21.30 Alif ngajak kami ke Alun-alun. Sehabis dari Alun-alun, alif ngajak kami makan bubur yang katanya terkenal. Rame banget yang makan bubur padahal udah tengah malam begini. Aku dan Kiki beli martabak buat ngemil dikos. Sampai dikos, Ayu, Kiki, Alif pada main kartu bareng temenya Alif. Aku lebih milih tidur, karena udah ngantuk banget.



Day 4,
Hiks hari terakhir di Bandung. Sedih. Pagi ini aku dan Kiki mau beli oleh-oleh di Cihampelas. Ayu mau nemuin teman smanya dan nonton basket. Aku + Kiki naik ojek. Ayu bawa motor Alif. Di Cihampelas kita ketemuan sama Yunangga, teman kampus kita dan juga teman smaku. Jam menunjukan pukul 18.00, Alif + Ayu jemput Aku dan Kiki di Asia Afrika naik motor. Kami langsung menuju stasiun. Barang-barang aku dan Kiki udah diberesin sama mereka. Kalo kekos dulu waktunya yang kurang. Karena kereta kami berangkat pukul 20.00. Kami makan nasi pecel ayam diluar stasiun. Alif abis nganter kami langsung balik lagi kekos jemput temenya buat bawa motor yang tadi dibawa Ayu. Sampai di Jogja sabtu pukul 04.30. Welcome Jogja, kembali beraktivitas di kota ini lagi. Huft. Terima kasih Alif udah mau nemanin kami selama kami di Bandung dan terima kasih juga buat tempat Riversidenya haha.


***

Rasanya aku nggak mau pulang, mau menetap di Bandung saja... Walaupun cuma 4 hari, banyak sekali cerita yang mengesankan disini. Akhirnya aku bisa ngerasain liburan bareng sahabat. Liburan semester depan harus nge-bolang lagi ya guys! Harus! *beer*

Sabtu, 05 Maret 2016

Welcome 2016. Udah bulan maret aja nih tapi masih bisa lah ya dibilang awal tahun hehe. Tahun ini aku menemukan sesosok pria baru. Iya baru, bukan 'pria' yang berasal dari masa lalu. Sebelumnya aku memang nggak bisa lepas dari cerita masa lalu. Tapi untuk tahun ini aku mencoba membuka lembaran terbaru dari hidup aku. Aku mau yang namanya move on. Melepas masa lalu dari kehidupanku, tapi masih ada sedikit kenangan yang akan selalu aku ingat. Move on nggak semuanya harus dilupakan bukan ? Tapi ada sebagian orang yang mengharuskan move on itu wajib melupakan semuanya sampai mengubur dalam-dalam. Kalo buat aku itu terlalu berlebihan, yang namanya move on memang butuh proses nggak harus terburu-buru untuk melupakan, move on susah dijalanin karena memang susah banget untuk ngelupain kenangan daripada orangnya. True ? :)

Pria baru ini, sebelumnya aku sudah kenal lama. Dari kelas 1 smp. Jadi, waktu lulus sd (dari cirebon) aku pindah ke serang-banten. Untuk sementara keluargaku menepati rumah nenek sembari mendapatkan sebuah kontrakan. Nggak lama, dapat juga kontrakan di rt 03. Rumah nenek dan kontrakan keluargaku deket banget cuma beda rt. Depan kontrakan ini ternyata teman sekolah mamaku. Jadilah kami tetanggaan. Pasti kalian tau dong pria baru ini siapa haha yap anaknya teman sekolah mamaku. Aku masuk smp untuk pertama kalinya nih, oiya setiap berangkat sekolah aku selalu bareng dia karena memang kita satu lingkungan sekolah, al - azhar. Bedanya kala itu, dia masih sd kelas 6 dan aku smp kelas 1. Meskipun rumah kita depan-depanan, sering berangkat dan pulang bareng tapi kita jarang banget yang namanya ngobrol apalagi bercanda. Dan pernah juga nyari makan malam bareng, ya tentunya dengan keluarga kita bukan ber 2 an. Aku cuma 2 tahun di serang, kelas 8 semester 2 pindah ke jogja. Setelah pindah, udah nggak ada berita lagi tentang dia. Tapi setiap lebaran aku selalu ke serang, jengukin kakek nenek. Sekali-kali mamaku mampir ke tempat tante wiwin, iya tetangga aku dulu yang juga mamanya dia. Terkadang dia nggak selalu ada dirumah. Padahal aku berharap kalo udah diserang bisa bertemu cuma sekedar lihat dia sekarang seperti apa haha.

Tahun lalu kurang jelas tepatnya bulan apa, dia ngefollow salah satu sosmedku dan minta id line. Dia ngeline, ngasih tau kalo dia mau ke jogja dan aku basa basi ngajak ketemuan. Dia langsung mau. Nggak tau kenapa aku juga meng-iyakan. Padahal aku paling malas yang namanya ketemuan sama orang lain, tapi ini bukan orang lain dia teman lama aku. Kita ketemuan cuma 2 jam, karena sorenya udah mau balik ke serang lagi. Dia dijogja cuma bentaran gegara ada panggilan tes wawancara. Ketemuan dan cerita ini itu berbagai macam, tiba-tiba hati aku jadi deg-degan, sebisa mungkin aku netralin perasaan ini, karena pas itu aku masih ada pacar. 5 hari setelah ketemuan aku putus sama pacarku. Oiya putusnya aku sama mantanku bukan gegara adanya dia. Memang, sebelumnya aku udah ada masalah sama ex-boyf.

Awal desember kalo nggak salah, dia nembak aku tapi nggak langsung aku terima. Karena aku butuh waktu dan aku juga mau tau dia beneran cinta atau sekedar main-main. Aku bisa ngerasain lagi yang namanya jatuh cinta ke orang lain. Ya, aku jatuh hati padanya. Aku sadarnya kalo aku bener-bener jatuh cinta waktu dia tiba-tiba menghilang, nggak chat beberapa hari padahal sosmed dia aktif. Sial, aku bingung sendiri. Posisinya disitu dia udah nembak aku terus tiba-tiba menjauh ya aku berpikirnya yang negthink dong. Udah deh januari akhir aku nerima dia lewat video call. Bulan februari tiba-tiba dia datang ke jogja tanpa sepengetahuanku. Memang dia ada rencana mau ke jogja bulan februari tapi harus ngasih kabar dulu tanggal berapanya, dia sama sekali nggak ngasih kabar tau-tau udah di jogja. Hampir 2 minggu dia di jogja. Rasanya bahagia banget. Kita seru-seruan, jaim-jaiman, malu-maluan bareng pokoknya best moment banget. Dulu waktu rumah kita deketan nggak pernah namanya main ber 2, begitu jauhan kayak gini baru deh nyesel, pengenya dekat terus. Aku sedih nganter dia ke stasiun, kayak ga rela ngelepasin dia. Tapi aku tahan jangan sampe air mataku keluar. Kita nunggu sejam diluar stasiun sembari ngobrol dan pas 5 menit kereta mau berangkat, dia baru masuk ke dalam stasiun. Berat...berat banget ngelepas dia. Sampai jumpa 3 bulan ke depan ya. Aku selalu menunggu kedatanganmu di kota ini.

***

Sampai saat ini aku masih bingung dan terus bertanya, "Kenapa aku bisa pacaran denganya? Kenapa? Kenapa tuhan.. Aku berharap ia adalah seorang laki-laki terbaik yang telah engkau hadirkan di kehidupanku." Nggak nyangka tapi inilah kenyataanya. Kita memang LDR, banyak yang bilang kalo ldr itu lamakelamaan akan berakhir, ya semoga berakhirnya disini adalah berakhir bahagia, kita jalanin saja sesuai arus yang ada didepan. I'm happy to having you, dho. :)

Jaga hati, jaga mata kamu untuk aku ya ma boyf. :)