Alhamdulillah... Akhirnya, aku beserta kawan-kawan SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta 2014 LULUS 100%. Alhamdulillah, ternyata usaha kami nggak sia-sia. Ternyata Allah SWT mendengarkan doa-doa kami. Walaupun belum merasa puas, tapi harus disyukurin. Saat ini kami bukan lagi siswa, mahasiswa-pun belum. Lebih tepatnya kami semua nganggur, cukup lama loh. Lumayan nih buat liburan. Heheh.
***
Ini foto kita, SISIH (Satria Iqbal Shella Irma Hanifah). Foto waktu ulang tahun sahabatku, Irma. Alhamdulillah juga, kita ber-5 bisa hadir lengkap. Aku kira, Satria bakal nggak datang, tapi tiba-tiba dia datang ya meskipun telat. 1 kata yang menggambarkan perasaanku saat itu; Bahagia. Aku dan Hanifah rencanain sesuatu buat Irma, hahah ribet. Dari yang pesan bolu, buat kado, sampai beli tepung terigu dan telur. Mana ngambil bolu itu yaAllah...harus senam jantung dulu. Lanjut beli terigu dan telur diMirota Kampus, mana disitu juga sempat cekcok.
"Bolunya gimana nih?." tanyaku
"Tu loh taruh dipenitipan."
"Oh iya. Mana nih tempat terigunya?." *masuk bawa keranjang*
"Sini *sambil narik* tuh *nunjuk tempat baju*"
"Hahah, asem. Serius toh." *sibuk bolak balik rak yang berisi berbagai jenis barang*
"INIII DIAAA. 1 apa 2 ya?."
"1 aja."
"2 aja deh kan buat lumuri Irma, sisanya bisa buat ibunya masak."
*geleng-geleng kepala*
"Telurnya? Itu dia. Berapa ya?."
"Jangan banyak-banyak *lihat harga*"
"Terigunya 1 aja, sana balikin."
"Tapi..."
"Udah balikin. Kamu taruh mana ew itu kan bukan tempatnya woo dasar nenek. Nah kita beli es krim aja."
"Yaudah, berapa nih?."
"4."
"Satria?."
"Kan belum tau datang apa enggak."
"Yaudah. Sana kamu yang bayar. Gantian."
"Mana uangnya?."
*kasih uang Rp. 30.000* "Dikit amat."
*pas dikasir, udah ditotal tidak lebih dari Rp. 30. 000* "Calon ibu rumah tangga." *ngelirik kearahku*
*senyum nggak jelas*
Dirumah Irma ada acara dulu, pas selesai acara baru kita ngasih sesuatu. Tapi terigu dan telurnya nggak dipake, sia-sia deh. Irma cuma diguyur, alhasil aku dan Hanifah juga kena guyuran. Hufft. But, I'm happy. Thanks for Irma, Hanif, Iqbal and Satria.


