Selasa, 02 Februari 2021

Comeback

Hallo, I’m comeback guys.. Setelah ±  4 tahun vakum dari dunia pem’Blog’eran (lebay), kalian pada kangen nggak sama ceritaku yang absrud ini ? Pasti kangen kan, jelas kangen lah~  Dasar perempuan pemaksa maunya di kangenin.. Ok, skip. Kalian pasti nungguin cerita absurd ini, dan bertanya – tanya selama vakum bertahun – tahun  kegiatanku  apa saja, apakah  aku sudah menjadi  seorang istri atau masih melajang hehe. Aku bingung mau mulai cerita darimana, jujur, karena banyak banget kegiatan yang aku lakuin.

 

Dimulai dari tahun 2018.

Aku lulus kuliah S1 di tahun 2018, lega rasanya lulus tepat pada waktunya. Aku bisa ngebuktiin pada dua orang tua bahwa aku mampu. Aku bisa. Aku sadar setelah lulus kuliah pasti rintangan besar akan segera datang, mau tidak mau, siap tidak siap. Harus kuat, harus bisa. Berhubung di tahun itu Papa sudah abis masa kontrak kerja, itu artinya aku, anak perempuan pertama yang akan bekerja, mencari pundi – pundi rupiah hasil dari keringat sendiri. Aku selalu ingat quotes yang menurutku related, “Metal dan fisik anak  pertama itu tidak boleh lemah. Bahu mereka harus sekuat Baja.”

Pada bulan desember dimana aku menerima SMS berupa panggilan tes interview dari salah satu perusahaan besar di Jakarta.  Awalnya  orang tuaku tidak mengizinkan aku ikut tes tersebut, tetapi aku kekeuh ingin ikut dan yap, aku berangkat sendiri ke Jakarta naik kereta. Aku berangkat dari jogja pada pagi hari dan pemberhentian kereta di stasiun Pasar Senen pada sore hari. Saat itu aku masih punya pacar, dia jemput di stasiun dan menemaniku di Jakarta. Aku tes interview pada esokan harinya. Ternyata tempat interview ini dekat dengan salah satu mall besar di Jakarta Utara. Ya, Mall of Indonesia. Selesai interview, aku dan dia mampir sebentar ke mall. Setelah itu aku ke  tempat dia yang di Serang. Yang mana Serang ini kota kelahiranku.  Setelah hasil interview keluar dan aku di nyatakan tidak lolos, “Bearti bukan rezeki ku di  Jakarta.” Batinku berkata. Aku pulang ke jogja naik bus dan dia masih mau menemani ku sampai Jogja.  Terharu.

Tahun 2019.

Setiap hari aku selalu membuka loker di internet, dan berbagai macam panggilan interview yang ada di Jogja aku ikuti. Tidak terasa sudah 6 bulan aku menganggur, orang tua makin berharap besar padaku, saat itu  juga aku benar – benar stress. Berbagai interview hasilnya selalu gagal, ya Allah ujian-Mu. Di bulan Maret aku menerima SMS panggilan interview di salah satu restoran di Mall. Banyak yang tidak setuju kalau aku ikut interview itu, kata mereka aku bisa dapat pekerjaan yang lebih dari itu. Aku sempat mengabaikan perkataan mereka, tetapi aku mikir, toh nggak ada salahnya kerja berawal dari bawah dulu, dan aku tetap ambil kesempatan ini siapa tau ini ladang rezeki ku yang baru di mulai, karena Papa pernah bilang “Kalau bekerja itu setidaknya dari bawah dulu supaya nggak kaget, bagaimana menanggapi pemikiran setiap karakter  - karakter yang berbeda dalam suatu circle.” dan aku ikut interview tersebut, besoknya aku di terima bekerja di Restoran. Akhirnya bulan Maret mulai berkerja. Kerja di restoran di bagi menjadi 3 shift. Shift pertama dari  jam 09.00 – 17.00 , shift kedua / middle  dari jam 12.00 – 20.00  , shift ketiga dari jam 14.00 – 22.00. Jujur, bekerja di restoran lumayan berat, belum lagi di tanggal merah atau libur panjang. Harus lembur. Dan ada acara di luar jam kerja, seperti General Cleaning, acara tersebut adalah pembersihan menyeluruh outlet yang mana selesainya bisa sampai jam 01.00 dini hari. Hal yang tidak akan aku lupakan bekerja di restoran adalah yang tidak berkesan dulu ya, pertama masuk kerja waktu mengantar minuman aku numpahin minuman itu, di lihatin banyak customer yang makan di situ, malu, auto mau mengilang rasanya. Setiap weekend atau  tanggal merah selalu ramai, ada saja customer yang tidak sabaran. Pernah miss komunikasi  dengan teman kerja, pernah kena marah customer, pernah 2 minggu nggak ada libur (Natal dan Tahun baru). Dan yang berkesan, bertemu  teman – teman baru, atasan – atasan yang baik yang selalu kepo dengan dunia karyawannya, but it’s ok, buatku mereka sudah aku anggap seperti keluarga, lalu aku mendapatkan Reward dari atasan berupa Uang. Meskipun tidak banyak tetapi Alhamdulillah aku bersyukur, itu artinya aku bekerja dengan baik. Pernah suka – sukaan dengan tetangga sebelah dan partner kerja, pernah kesal dengan teman kerja, dan selalu nyicipin makanan yang ada di kitchen hihi I like it.

Tahun  2020.

Tahun ini merupakan tahun terberat dan penuh ujian bagi semua orang yang ada di permukaan bumi, menurutku.  Kalian tau virus covid19 mulai menyebar  ke semua Negara pada tahun ini. Tidak sedikit yang terinfeksi  bahkan banyak yang kehilangan nyawa akibat virus covid19. Covid19 atau lebih di kenal  dengan kata Corona. Pada bulan Maret, mall, restoran, tempat wisata, jalan tol, bandara/stasiun/terminal/pelabuhan di tutup sementara. Hampir semua pembisnis kena dampak  negative dari adanya virus corona. Apalagi hanya sebatas karyawan restoran seperti aku. Perusahaan tempatku bekerja sudah tidak sanggup untuk menggaji, karena pada bulan Maret omset penjualan menurun drastis. Untuk itu perusahaan memberhentikan sementara karyawannya. Dari Maret – Juli aku menunggu panggilan, aku mikir gini “Ini hanya berhenti sementara, siapa  tau nanti di panggil lagi jika keadaan sudah membaik “, tetapi panggilan itu tidak kunjung ada. Aku kembali stress, karena nggak ada pemasukan, tanggungan masih terus berjalan, di situ lah aku di uji lagi sama Allah SWT. Tetapi aku pantang menyerah, aku bangkit. Aku sadar sekarang perekonomian di keluargaku ini sudah tidak seperti dulu, sementara hanya aku yang bisa di harapin, karena adik ku baru lulus sedangkan Papa sudah tidak bekerja lagi. Tulang Punggung. Begini ya rasanya menjadi tulang punggung keluarga. Berat tetapi aku harus kuat dan tangguh.  Aku mencoba melamar pekerjaan yang lain di Jogja. Saat bulan Juli aku dekat dengan mantan sewaktu di SMA, dia pernah bilang “Coba cari kerja, kegiatan yang bisa menghasilkan duit jangan main sama rebahan terus.” Dia nggak tau kalau aku sudah mencari dan melamar beberapa pekerjaan. Di bulan Agustus ada panggilan interview, aku hadir dan beberapa hari setelahnya aku di nyatakan Lolos. Alhamdulillah. Dan bulan September aku memulai pekerjaan yang baru, pengalaman baru lagi, yang sesuai dengan keinginan dan impianku. Oiya, dulu aku punya impian setelah lulus kuliah, aku akan bekerja di kantor, itu ekspetasi ku dulu, Alhamdulillah, di tahun ini baru bisa meraih salah satu impian kecilku. Walau tertinggal jauh dari teman – teman yang lain, setidaknya aku bersyukur. Aku yakin dan percaya Allah tidak pernah tidur. Allah selalu mendengar keluh kesah kita. Allah ngasih cobaan itu bukan membuat kita jadi lemah, justru Allah ingin kita kuat. Ingat ya KUAT. Bukan TERLIHAT KUAT.

Mulai lah bekerja darimana saja, mau punya bisnis sendiri, mau bekerja sama perusahaan, mau bekerja dengan pemerintah, sama saja kok. Apapun pekerjaan kamu, jangan pernah malu, asalkan pekerjaan itu tidak ngerugiin kamu ataupun orang lain. Aku nggak akan lupa orang – orang baik yang tetap ada saat keadaanku sedang down.

Aku mau bilang, ”Terimakasih untuk orang – orang baik dan teman – teman terdekat ku yang mau menjadi rumah. Terimakasih energi baiknya yang selalu membuatku untuk  tetap bangkit.”

Tahun 2021.

Akan ada cerita apa di tahun ini guys ?? Apakah menyedihkan ? Ataukah  menyenangkan ? Entah lah. Apapun cerita yang ada di tahun ini, semoga menjadi pengalaman yang berkesan dan dapat mendewasakan pikiran serta sikap di dalam hidup aku.

“Mah, ini uang buat Mama” , “Pah, mah, dek, makan bareng di luar yuk, aku yang bayarin” is life goal versi aku.

***

Kumpulan Quotes;

“Senang sekali rasanya. Walaupun 2020 ini di sita dengan masa pandemi, tapi barusan saat gue coba list satu per satu. Ternyata tahun ini ada cukup banyak hal yang baru pertama kali ku lakukan. Di izinkan untuk ketemu sama banyak ‘very first’ experience.” – Ianhugen J

“Dalam hidup, setiap orang punya masing – masing peluang untuk sukses.”

“Pekerjaan adalah hal terpenting bagiku sekarang dan aku tidak ingin jatuh cinta lagi. Aku tidak ingin emosiku terbuang hanya untuk itu. Hanya dalam satu tahun, orang yang paling kau cintai…hilang.”

“Saya sudah berjuang keras, untuk mencari kebahagiaan saya sendiri, saya memilih untuk berdamai  dengan keadaan dan menerima kenyataan. Saya tak ingin ada luka yang tersisa saat mendengar namamu atau melihat wajahmu. Percayalah, saya tidak ada niat jahat meski hati tersakiti, tidak ada kebencian, dan juga dendam. Karena bagaimanapun juga saya pernah menyayangimu sebelum akhirnya saya harus mengikhlaskanmu dan bagaimana pun kamu pernah menjadi alasan saya bahagia. Terimakasih pernah hadir.”

“Gak semua orang paham, kepalamu lagi mau semeledak apa, badanmu seremuk apa dan matamu secapek apa.”

“Tidak apa, kamu sudah berusaha berbuat sebaik mungkin, apa yang terjadi memang sering di luar kendalimu, kalau kali ini hasilnya mengecewakan, yah.. masih ada hari esok untuk mencoba lagi kan.”

Kamis, 05 Oktober 2017

Quotes by Arif Rahman S

Setiap kali hatimu patah, cobalah pergi ke depan cermin dan katakan ini pada dirimu: kau berhak bahagia, dan kau pantas mendapatkan yang lebih baik darinya.

Hidupmu terlalu indah untuk hanya dihabiskan dengan menangisi hal yang sudah - sudah. Yang berlalu biarlah berlalu, tak apa kau disakiti -asal kau jangan menyakiti, tak apa kau dikhianati -asal kau jangan mengkhianati.

Percayalah bahwa di balik hati yang patah, Tuhan sedang menyiapkan rencana indah. Tersenyumlah, dan Berbahagialah.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Merbabu #2

Hollaaa, i'm comeback blogger.. Do you miss me ? Apasi shell geje deh-_- *kemudian ditimpuk guling*

Aku kembali dan aku mau bercerita sedikit disini..
Bulan lalu, yap tepatnya tanggal 28 juli - 30 juli aku bersama kawan - kawan naik merbabu yang kedua kali. Tapi kali ini aku naik merbabu lewat jalur yang berbeda, yaitu via Selo. Karena saat naik merbabu yang pertama itu via Wekas. Pengen tau aja sih jalur ini treknya seperti apa, banyak yang bilang susah - susah gampang. Trek yang susah dimulai dari pos 3 menuju sabana 1, sabana 1 kesabana 2, sabana 2 kepuncak (Kentheng Songo). Ya aku akuin itu. Aku cuma bisa sampe pos 3 huhu belum sanggup sampe puncak guys. Dan harus diremidi lagi, benar - benar harus sampe puncak baru clear. Ok, aku berangkat bareng sahabatku yang sudah setia menemaniku dalam mendaki maupun backpakeran, mereka adalah Trisfarizki (aka Kiki) dan Tri Wahyuningsih (aka Ayu) dan enam kakak pendaki yang sudah menemani pendakianku saat itu, sebagian dari mereka adalah teman Kiki. Hal yang aku suka dari naik gunung ini cuma satu, aku bisa leluasa melihat jutaan bintang dilangit. Keren Banget. Banyaknya tenda + lampu penerangan, bisa disebut hotel dengan jutaan bintang. Ada satu lagi sih yang aku suka, yaitu menyaksikan Sunrise / matahari terbit dengan menawan. So beautifully. Musim kemarau gini, udara digunung sangat sangat dingin dibandingkan musim hujan. Semalaman digunung rasanya pengen cepat turun basecamp. Karena udara sangat dingin serta angin yang kencang badan dan kaki jadi menggigil. Perjalanan dari jogja (tanggal 28) ke basecamp Selo sekitar 2 jam. Karena sampe basecamp tengah malam kami memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu. Kami mulai perjalanan dari basecamp (tanggal 29) pukul 10 pagi dan sampe dipos 3 pukul setengah empat. Turun dari pos 3 (tanggal 30) pukul setengah satu siang dan sampe dibasecamp sekitar setengah empat sore.

➹Picture n Boomerang➷

29 July 2017 (5:33 PM)
To brother
To parents
My beties (6:47 AM)
Crew Koplak
(Ayu, pendaki lain, mas Cule, mas Kriwil, Aku, Kiki, mbak Erika, mas Katon, mas Anto, mas Revan)
Pos 3
Edelweiss

Selasa, 06 Desember 2016

Quotes by Boy Chandra

Semoga kamu selalu baik - baik saja. Dengan siapa pun kamu hidup hari ini. Seperti aku yang juga ingin baik - baik saja, lebih baik dari sebelumnya.

Semua yang pernah terjadi, usai sudah. Anggap saja itu pelajaran hidup. Meski waktu itu sakit sekali rasanya menghadapi semua yang kamu pilihkan untukku.

Hari - hari itu telah berlalu. Aku sudah menemukan hidup yang membuat hidup, hidupku. Kini semua perihalmu adalah hal yang biasa saja. Jika pun aku menulis satu dua tulisan sedih, semata untuk hiburan semata.

Apalagi gunanya kenangan, selain ditulis untuk bacaan menyenangkan. Sebab mengulang kenangan pahit adalah hal yang tidak akan menyenangkan.

Selasa, 22 November 2016

Sebuah Usaha Melupakan from buku Boy Chandra

Suatu masa di masa silam, aku pernah bertahan sekuat - kuatnya untuk seseorang. Bahkan separuh warasku abaikan. Aku menjadi apa pun asal bisa dengannya, agar semua yang kuinginkan dapat kumiliki. Waktu itu aku membutakan diri sebuta - butanya. Menjadi tuli untuk segala perkara yang melemahkan dada. Aku ingin dia, kuperjuangkan dia sekencang - kencangnya berlari. Hingga, tersungkur aku setengah mati. Namun yang ku dapatkan adalah kenyataan dia tidak peduli.

Hari - hari patah dan kalah, hari - hari kecewa dan jatuh akhirnya ku lalui juga. Panjang rentang waktu terasa. Nyatanya luka lebih dalam dari apa yang aku kira. Aku menenangkan diri berkali lipat dari patahhati patahhati sebelumnya. Dia tak hanya menghancurkan harapanku, dia juga mengajarkan betapa kejamnya perasaan yang dia miliki kepadaku. Dia membuat yang kuberikan dengan segalanya, dibalas hantam tangis sehina - hinanya. Ia campakkan begitu saja, hingga sepenuh latar bumi, sepalung lautan ku kutukan sepi sepanjang hidupnya. Hari itu, usai sudah segala perkara. Kulepaskan ia kepada semesta, matilah bersama sedih - sedih yang ia derita.

Senin, 12 September 2016

21 AGUSTUS 2016

Bulan lalu, ya Agustus adalah bulan yang sangat membahagiakan untuk ku.
Kenapa ? 
Karena bulan itu adalah bulan dimana umurku bertambah.
Tua. Ya umurku sudah berkepala 2.

Jujur, aku belum siap umurku sudah menginjak kepala 2 ditahun ini.
Karena aku belum pantas.
Karena aku masih kekanak-kanakan.
Karena aku belum bisa mandiri.

Jika sudah menginjak kepala 2, masalah yang akan dihadapi nanti akan semakin berat.
Jika sudah menginjak kepala 2, perihal tanggung jawab akan semakin besar.
Jika sudah menginjak kepala 2, tidak lagi soal main - main.

Siap nggak siap, memang harus disiapin dari sekarang.
Aku harus lebih banyak belajar. Lebih memahami karakter orang lain. Lebih nerima sifat - sifat orang lain.

***

Aku sangat berterima kasih untuk kedua orang tuaku yang tidak henti - hentinya berdoa untuk kebaikan dalam setiap langkah putrinya. Tidak henti - hentinya pula menasehatiku memarahiku membimbingku sampai sekarang.
Terima kasih juga untuk adek jagoanku satu - satunya yang aku miliki. Tanpa kamu, rumah nggak akan hidup. Tanpa kamu, mungkin aku ngerasa bosan tiap hari bahkan detik berada dirumah.

Dari umur 17 tahun hingga 20 tahun ini ulang tahunku tidaklah garing. Selalu berkesan. Selalu memberikan kenangan yang indah.
Aku sangat berterima kasih sama kalian yang masih ada didekat ku, masih mau nemenin keseloanku, masih berkenan mendengar curhatan nggak jelasku. Bahagia banget disetiap umurku bertambah kalian selalu memberikan kejutan - kejutan yang nggak terduga. Sekali lagi, Terima kasih Sahabatku. Mau bilang terima kasih juga buat kamu yang dulu pernah mengisi hari - hariku udah ngucapin aku saat itu.

Oiya,
Tak lupa, aku mau berterima kasih sama kamu, iya kamu yang sekarang menjadi kekasih hati. Kamu memang terbilang masih baru dikehidupanku, tapi aku udah ngerasa sangat bahagia. Ingat terus ya, kita tidak boleh dikalahkan oleh jarak. Kita harus sama - sama berjuang melawan jarak. Semangat!

Terima kasih ya, kamu sudah datang di hidupku. Akan sangat berterima kasih jika kamu bersedia menetap dalam jangka waktu lama bersamaku, tidak sekedar datang lalu pergi.

Harapanku, kamu akan terus menemaniku dan membimbing aku.
Karena aku butuh kamu.
Jangan pernah pergi.
Hatiku sudah jatuh di kamu. :)







Selasa, 07 Juni 2016

JARAK

Jadi seperti ini rasanya berhubungan yang dipisahkan oleh jarak. Ya, masih belum begitu lama menjalin hubungan yang berstatus LDR ini. Disaat rindu melanda, kita hanya bisa bilang "Aku kangen." atau "Freecall / videocall yuk bentar aja." atau "Sabar ya ini cuma sementara." Haha iya sementara, sementaranya bukan sehari ataupun seminggu. Tidak jarang kalo kita sedang videocallan terputus - putus akibat jaringan nggak stabil. Mendengar suaranya saja walau hanya beberapa menit sudah mengobati sedikit rindu yang kumiliki. Saat kita freecallan memang dialah yang paling banyak bercerita. Aku ? Ya.. Lebih banyak mendengarkan. Bukan.. Aku bukan ga mau bercerita. Aku hanya bingung memulai cerita darimana. Aku masih sering deg - degan berinteraksi denganya. Entah kenapa. Iya aku tau disini, dia sudah menjadi bagianku. Dia yang memilih aku. Dan aku menerimanya. Terkadang tingkahku suka bikin dia malu atau bahkan mempermalukan diriku sendiri.

LDR itu ternyata menyenangkan. Paling tidak itu yang aku rasakan selama ini. Kita yang menjalani LDR nggak usah peduli terhadap omongan orang luar, kalaupun nanti LDR ini berakhir dengan kurang menyenangkan, jangan menyalahkan jarak. Karena dari awal kita sudah sepakat untuk memilih berhubungan jarak jauh, dengan segala risiko dan kekhawatiranya.

Jarak mengajarkanku akan banyak hal.
Yang sebelum adanya jarak, aku adalah seorang cewek yang manja. Apa - apa selalu minta ditemenin. Minta dijemput. Minta diantar sana - sini. Dengan adanya jarak ini aku belajar mandiri, belajar berdiri sendiri tanpa bergantung orang lain.
Yang sebelum adanya jarak, aku adalah seorang cewek yang egois. Kemauanku harus selalu diturutin.
Yang sebelum adanya jarak, aku belum begitu ngerti seberapa pentingnya rindu dalam suatu hubungan. Karena sebelum adanya jarak tiap minggu pasti bertemu.
Jarak mengajarkan aku untuk lebih menghargai orang lain, terutama menghargai sosoknya yang jauh.

Harus ku akui, ketika rindu itu melanda rasanya memang sakit banget. Air mata tak pernah mampu meringankan kerinduanku padanya. Aku berusaha sebisa mungkin untuk menikmati rindu ini, rindu yang tidak akan pernah dimengerti oleh mereka yang mecibir LDR.

Aku setuju dengan kutipan ini, "Jarak bukanlah musuh yang ada untuk dilawan. Jarak tak pernah melakukan apa-apa pada kita, meski tidak jarang jarak jadi satu-satunya pelampiasan atas apa yang menimpa dan terjadi. Tentunya menyisakan pertanyaan: apa yang sudah diperbuat oleh jarak kepada kekasihmu ? Makin tebalkah cintamu, atau ..."