Hallo, I’m comeback guys.. Setelah ± 4 tahun vakum dari dunia pem’Blog’eran (lebay), kalian pada kangen nggak sama ceritaku yang absrud ini ? Pasti kangen kan, jelas kangen lah~ Dasar perempuan pemaksa maunya di kangenin.. Ok, skip. Kalian pasti nungguin cerita absurd ini, dan bertanya – tanya selama vakum bertahun – tahun kegiatanku apa saja, apakah aku sudah menjadi seorang istri atau masih melajang hehe. Aku bingung mau mulai cerita darimana, jujur, karena banyak banget kegiatan yang aku lakuin.
Dimulai dari tahun 2018.
Aku lulus kuliah
S1 di tahun 2018, lega rasanya lulus tepat pada waktunya. Aku bisa ngebuktiin pada
dua orang tua bahwa aku mampu. Aku bisa. Aku sadar setelah lulus kuliah pasti rintangan
besar akan segera datang, mau tidak mau, siap tidak siap. Harus kuat, harus
bisa. Berhubung di tahun itu Papa sudah abis masa kontrak kerja, itu artinya
aku, anak perempuan pertama yang akan bekerja, mencari pundi – pundi rupiah
hasil dari keringat sendiri. Aku selalu ingat quotes yang menurutku related, “Metal
dan fisik anak pertama itu tidak boleh
lemah. Bahu mereka harus sekuat Baja.”
Pada bulan
desember dimana aku menerima SMS berupa panggilan tes interview dari salah satu
perusahaan besar di Jakarta.
Awalnya orang tuaku tidak
mengizinkan aku ikut tes tersebut, tetapi aku kekeuh ingin ikut dan yap, aku berangkat sendiri ke Jakarta naik
kereta. Aku berangkat dari jogja pada
pagi hari dan pemberhentian kereta di stasiun Pasar Senen pada sore hari. Saat itu
aku masih punya pacar, dia jemput di stasiun dan menemaniku di Jakarta. Aku tes
interview pada esokan harinya. Ternyata tempat interview ini dekat dengan salah satu mall besar di Jakarta Utara. Ya,
Mall of Indonesia. Selesai interview, aku dan dia mampir sebentar ke mall.
Setelah itu aku ke tempat dia yang di
Serang. Yang mana Serang ini kota kelahiranku.
Setelah hasil interview keluar dan aku di nyatakan tidak lolos, “Bearti
bukan rezeki ku di Jakarta.” Batinku
berkata. Aku pulang ke jogja naik bus dan dia masih mau menemani ku sampai
Jogja. Terharu.
Tahun 2019.
Setiap hari aku
selalu membuka loker di internet, dan berbagai macam panggilan interview yang
ada di Jogja aku ikuti. Tidak terasa sudah 6 bulan aku menganggur, orang tua
makin berharap besar padaku, saat
itu juga aku benar – benar stress. Berbagai
interview hasilnya selalu gagal, ya Allah ujian-Mu. Di bulan Maret aku menerima
SMS panggilan interview di salah satu
restoran di Mall. Banyak yang tidak setuju kalau aku ikut interview itu, kata
mereka aku bisa dapat pekerjaan yang
lebih dari itu. Aku sempat mengabaikan perkataan mereka, tetapi aku mikir, toh nggak ada salahnya kerja berawal dari bawah dulu, dan aku tetap ambil kesempatan ini siapa tau ini ladang rezeki ku yang baru di mulai, karena Papa pernah bilang “Kalau bekerja itu setidaknya dari bawah
dulu supaya nggak kaget, bagaimana menanggapi pemikiran setiap karakter - karakter yang berbeda dalam suatu circle.”
dan aku ikut interview tersebut, besoknya aku di terima bekerja di Restoran. Akhirnya
bulan Maret mulai berkerja. Kerja di restoran di bagi menjadi 3 shift. Shift pertama dari jam 09.00 – 17.00 , shift
kedua / middle dari jam 12.00 – 20.00 , shift ketiga dari jam 14.00 – 22.00.
Jujur, bekerja di restoran lumayan berat, belum lagi di tanggal merah atau libur
panjang. Harus lembur. Dan ada acara di luar jam kerja, seperti General Cleaning,
acara tersebut adalah pembersihan menyeluruh outlet yang mana selesainya bisa sampai
jam 01.00 dini hari. Hal yang tidak akan aku lupakan bekerja di restoran adalah
yang tidak berkesan dulu ya, pertama masuk kerja waktu mengantar minuman aku numpahin minuman
itu, di lihatin banyak customer yang makan di situ, malu, auto mau mengilang
rasanya. Setiap weekend atau tanggal
merah selalu ramai, ada saja customer yang tidak sabaran. Pernah miss
komunikasi dengan teman kerja, pernah
kena marah customer, pernah 2 minggu nggak ada libur (Natal dan Tahun baru).
Dan yang berkesan, bertemu teman – teman
baru, atasan – atasan yang baik yang selalu kepo dengan dunia karyawannya, but it’s
ok, buatku mereka sudah aku anggap seperti keluarga, lalu aku mendapatkan
Reward dari atasan berupa Uang. Meskipun tidak banyak tetapi Alhamdulillah aku bersyukur,
itu artinya aku bekerja dengan baik. Pernah suka – sukaan dengan tetangga
sebelah dan partner kerja, pernah kesal dengan teman kerja, dan selalu nyicipin
makanan yang ada di kitchen hihi I like it.
Tahun 2020.
Tahun ini
merupakan tahun terberat dan penuh ujian bagi semua orang yang ada di permukaan
bumi, menurutku. Kalian tau virus
covid19 mulai menyebar ke semua Negara
pada tahun ini. Tidak sedikit yang terinfeksi
bahkan banyak yang kehilangan nyawa akibat virus covid19. Covid19 atau
lebih di kenal dengan kata Corona. Pada
bulan Maret, mall, restoran, tempat wisata, jalan tol,
bandara/stasiun/terminal/pelabuhan di tutup sementara. Hampir semua pembisnis
kena dampak negative dari adanya virus
corona. Apalagi hanya sebatas karyawan restoran seperti aku. Perusahaan
tempatku bekerja sudah tidak sanggup untuk menggaji, karena pada bulan Maret omset
penjualan menurun drastis. Untuk itu perusahaan memberhentikan sementara karyawannya.
Dari Maret – Juli aku menunggu panggilan, aku mikir gini “Ini hanya berhenti
sementara, siapa tau nanti di panggil
lagi jika keadaan sudah membaik “, tetapi panggilan itu tidak kunjung ada. Aku kembali
stress, karena nggak ada pemasukan, tanggungan masih terus berjalan, di situ
lah aku di uji lagi sama Allah SWT. Tetapi aku pantang menyerah, aku bangkit. Aku
sadar sekarang perekonomian di keluargaku ini sudah tidak seperti dulu,
sementara hanya aku yang bisa di harapin, karena adik ku baru lulus sedangkan
Papa sudah tidak bekerja lagi. Tulang Punggung. Begini ya rasanya menjadi tulang
punggung keluarga. Berat tetapi aku harus kuat dan tangguh. Aku mencoba melamar pekerjaan yang lain di
Jogja. Saat bulan Juli aku dekat dengan mantan sewaktu di SMA, dia pernah
bilang “Coba cari kerja, kegiatan yang bisa menghasilkan duit jangan main sama
rebahan terus.” Dia nggak tau kalau aku sudah mencari dan melamar beberapa pekerjaan. Di bulan
Agustus ada panggilan interview, aku
hadir dan beberapa hari setelahnya aku di nyatakan Lolos. Alhamdulillah. Dan bulan September aku memulai pekerjaan
yang baru, pengalaman baru lagi, yang sesuai dengan keinginan dan impianku.
Oiya, dulu aku punya impian setelah lulus kuliah, aku akan bekerja di kantor,
itu ekspetasi ku dulu, Alhamdulillah, di tahun ini baru bisa meraih salah satu impian kecilku. Walau
tertinggal jauh dari teman – teman yang lain, setidaknya aku bersyukur. Aku yakin dan percaya Allah
tidak pernah tidur. Allah selalu mendengar keluh kesah kita. Allah ngasih
cobaan itu bukan membuat kita jadi lemah, justru Allah ingin kita kuat. Ingat
ya KUAT. Bukan TERLIHAT KUAT.
Mulai lah bekerja darimana saja,
mau punya bisnis sendiri, mau bekerja sama perusahaan, mau bekerja dengan
pemerintah, sama saja kok. Apapun pekerjaan kamu, jangan pernah malu,
asalkan pekerjaan itu tidak ngerugiin kamu ataupun orang lain. Aku nggak
akan lupa orang – orang baik yang tetap ada saat keadaanku sedang down.
Aku mau bilang, ”Terimakasih untuk orang – orang baik dan teman – teman terdekat ku yang mau menjadi rumah. Terimakasih energi baiknya yang selalu membuatku untuk tetap bangkit.”
Tahun 2021.
Akan ada cerita apa di tahun ini guys ?? Apakah menyedihkan ? Ataukah menyenangkan ? Entah lah. Apapun cerita yang ada di tahun ini, semoga menjadi pengalaman yang berkesan dan dapat mendewasakan pikiran serta sikap di dalam hidup aku.
“Mah, ini uang buat
Mama” , “Pah, mah, dek, makan bareng di luar yuk, aku yang bayarin” is life
goal versi aku.
***
Kumpulan Quotes;
“Senang sekali rasanya. Walaupun
2020 ini di sita dengan masa pandemi, tapi barusan saat gue coba list satu per
satu. Ternyata tahun ini ada cukup banyak hal yang baru pertama kali ku
lakukan. Di izinkan untuk ketemu sama banyak ‘very first’ experience.” –
Ianhugen J
“Dalam hidup, setiap orang punya
masing – masing peluang untuk sukses.”
“Pekerjaan adalah hal terpenting
bagiku sekarang dan aku tidak ingin jatuh cinta lagi. Aku tidak ingin emosiku
terbuang hanya untuk itu. Hanya dalam satu tahun, orang yang paling kau
cintai…hilang.”
“Saya sudah berjuang keras, untuk
mencari kebahagiaan saya sendiri, saya memilih untuk berdamai dengan keadaan dan menerima kenyataan. Saya
tak ingin ada luka yang tersisa saat mendengar namamu atau melihat wajahmu.
Percayalah, saya tidak ada niat jahat meski hati tersakiti, tidak ada
kebencian, dan juga dendam. Karena bagaimanapun juga saya pernah menyayangimu
sebelum akhirnya saya harus mengikhlaskanmu dan bagaimana pun kamu pernah
menjadi alasan saya bahagia. Terimakasih pernah hadir.”
“Gak semua orang paham, kepalamu
lagi mau semeledak apa, badanmu seremuk apa dan matamu secapek apa.”
“Tidak apa, kamu sudah berusaha
berbuat sebaik mungkin, apa yang terjadi memang sering di luar kendalimu, kalau
kali ini hasilnya mengecewakan, yah.. masih ada hari esok untuk mencoba lagi
kan.”

