Selasa, 07 Juni 2016

JARAK

Jadi seperti ini rasanya berhubungan yang dipisahkan oleh jarak. Ya, masih belum begitu lama menjalin hubungan yang berstatus LDR ini. Disaat rindu melanda, kita hanya bisa bilang "Aku kangen." atau "Freecall / videocall yuk bentar aja." atau "Sabar ya ini cuma sementara." Haha iya sementara, sementaranya bukan sehari ataupun seminggu. Tidak jarang kalo kita sedang videocallan terputus - putus akibat jaringan nggak stabil. Mendengar suaranya saja walau hanya beberapa menit sudah mengobati sedikit rindu yang kumiliki. Saat kita freecallan memang dialah yang paling banyak bercerita. Aku ? Ya.. Lebih banyak mendengarkan. Bukan.. Aku bukan ga mau bercerita. Aku hanya bingung memulai cerita darimana. Aku masih sering deg - degan berinteraksi denganya. Entah kenapa. Iya aku tau disini, dia sudah menjadi bagianku. Dia yang memilih aku. Dan aku menerimanya. Terkadang tingkahku suka bikin dia malu atau bahkan mempermalukan diriku sendiri.

LDR itu ternyata menyenangkan. Paling tidak itu yang aku rasakan selama ini. Kita yang menjalani LDR nggak usah peduli terhadap omongan orang luar, kalaupun nanti LDR ini berakhir dengan kurang menyenangkan, jangan menyalahkan jarak. Karena dari awal kita sudah sepakat untuk memilih berhubungan jarak jauh, dengan segala risiko dan kekhawatiranya.

Jarak mengajarkanku akan banyak hal.
Yang sebelum adanya jarak, aku adalah seorang cewek yang manja. Apa - apa selalu minta ditemenin. Minta dijemput. Minta diantar sana - sini. Dengan adanya jarak ini aku belajar mandiri, belajar berdiri sendiri tanpa bergantung orang lain.
Yang sebelum adanya jarak, aku adalah seorang cewek yang egois. Kemauanku harus selalu diturutin.
Yang sebelum adanya jarak, aku belum begitu ngerti seberapa pentingnya rindu dalam suatu hubungan. Karena sebelum adanya jarak tiap minggu pasti bertemu.
Jarak mengajarkan aku untuk lebih menghargai orang lain, terutama menghargai sosoknya yang jauh.

Harus ku akui, ketika rindu itu melanda rasanya memang sakit banget. Air mata tak pernah mampu meringankan kerinduanku padanya. Aku berusaha sebisa mungkin untuk menikmati rindu ini, rindu yang tidak akan pernah dimengerti oleh mereka yang mecibir LDR.

Aku setuju dengan kutipan ini, "Jarak bukanlah musuh yang ada untuk dilawan. Jarak tak pernah melakukan apa-apa pada kita, meski tidak jarang jarak jadi satu-satunya pelampiasan atas apa yang menimpa dan terjadi. Tentunya menyisakan pertanyaan: apa yang sudah diperbuat oleh jarak kepada kekasihmu ? Makin tebalkah cintamu, atau ..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar