Ada orang yang tau kisahku tanpa aku ceritain keorang tersebut. Aku pertamanya nggak kenal sama dia. Katanya sih dia emang bisa baca apa itu entahlah. Kaget sekaligus bikin down. Tapi bisa jadi motivasi juga sih. Bisa bikin aku berubah menjadi lebih baik. Singkat aja ya obrolan antara orang tersebut, aku dan Irma. Biasalah aku sama Irma udah sepaket. Selalu ber2.
"Kamu ko bisa tau kalau aku jadi penulis?." kataku
"Ya bisa, dari kelakuan kamu. Apalagi yang kamu mau tanyakan?." katanya
"Aku orangnya gimana?."
"Kamu itu kalau bertahan lama dan itu yang buat kamu sulit untuk membuka lembaran baru. Tapi kamu nggak tau bertahannya itu bakal baik apa buruk. Kamu cuek karna gengsi. Gengsi yang paling kamu utamain. Kamu pernah nyakitin seseorang kan? Hubunganmu sama dia gimana?."
"Duh... ada yang dekat ada yang biasa aja sih."
"Nah, kasian banget cowok yang kamu sakitin ini. Kasian banget."
*deg* "Apa jangan-jangan..." pikirku
"Yang ini ada." kata Irma sambil nunjuk kelas XII xxx
"Nggak cuma ini."
"Hahahah."
"Kamu pernah nyakitin seseorang nanti bakal dibales 3x lipatnya."
Nah ini yang bikin aku down ih malesin banget.
"Kamu jangan menulis tentang curhatan hati kamu aja, apa yang kamu rasain, biarkan itu menjadi pelajaran buat kamu sendiri."
Banyak sih obrolanku sama orang tersebut tapi nggak bisa aku masukin kesini lagian ada yang lupa kata-katanya abisnya banyak banget yang kita obrolin. Sempat juga aku tanyain orang yang dekat sama aku. Dan hasilnya mengkagetkan sekali.
"Dia diam-diam berbahaya. Hati-hati."
Ngakak aku yang ini, tapi kalau dipikir-pikir emang benar juga sih.
"Kalau dia itu orangnya ada yang baru dikit langsung deketin. Banyak yang bilang kalau dia PHP tapi dia nggak nyadar udah PHP-in orang. Suka ngasih perhatian."
Aduh duh, nggak ada yang benar amat deh pada beginian semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar