Senin, 12 Januari 2015

Pendakian Pertamaku

Apa kalian pernah mendaki gunung untuk pertama kalinya?

Merbabu kala itu,
Untuk pertama kalinya aku naik gunung tepatnya naik gn. Merbabu via Wekas. Aku berangkat bersama kawan-kawanku (kiki, ayu, rini, chacha, sopi, kak noven, kak yoga). Tadinya ginda juga ikut tapi cancel. Semua pada kumpul dikos kiki. Packing again, siapa tau ada yang kurang. Aku sampe dikos kiki, ga lama lagi ginda datang sama temanya bawain gas.
"Kamu yakin pake sepatu itu?." Kata ginda.
"Yakin, emang kenapa?." Kataku.
"Kamu ga bilang tadi tau gitu aku pinjamin sendal gunungku."
"Lah kenapa sih?." Kataku bingung.
"Itu sakit lho, licin juga ntar." Katanya lagi.
"Udah biarin aja gin, biar dia ngerasain disana." Kata ayu.
Setelah semua siap, kamipun berangkat tapi kami harus ambil alat-alat camp dulu ditempat penyewaan. Berangkat dari jogja sekitar abis ashar sampe basecamp jam 5 sore. 

Kami daki jam 7. Udah pada siap semua, udah pada sholat juga. Sebelum kami berjalan panjang, kami berdoa dan memberi semangat 1 sama lain. Kak yoga didepan dan kak noven dibelakang. Kalo ga salah aku ditengah-tengah, depanku kiki / sopi belakangku rini. Diperjalanan aku dan kiki yang paling sering bilang break. Ok pertama kalinya aku jalan nanjak, bebatuan + dingin, jadinya cukup lelah. Semua kawanku khawatirin aku.
"Kamu kuat kan shel? Ga apa2 kan?."
"Minum jeruk angetku deh shel, pasti langsung kuat."
"Minum tolak angin nih shel biar anget badanya."
"Jangan lama-lama duduknya ntar tambah dingin."
"Jalanya cuma 5 menit breaknya 15 menit." Hahaha ini bener bgt.
Kami jalan sambil bercadaan, ayu ngeplay lagu biar makin rame. Aku sesekali lihat ke arah langit dan waw ada jutaan bintang disana. Ga nyangka aku bisa lihat bintang sebanyak ini. Waktu kami break, kami melihat ada kilat di gn. sumbing, kilatnya itu ga sekali duakali tapi beberapa kali.
"Kok kilat terus ya disana." Kataku
"Emang kayak gitu, itu belum tentu badai sama hujan lho." Kata ayu
Kami kembali melanjutkan perjalanan, fokusku saat itu pos 2 rasanya udah ga sabar bgt. "Pos 2 bentar lagi, 5 menit lagi." Kami terus berjalan serasa pos 2 ada di ujung jalan ini. Eh salah ding hutan ini, isinya hutan semua dan pinggirnya jurang. 5 menit terlampaui tapi kami belum sampe pos 2, ya Allah. "Kalo mendaki jangan ngeluh, enjoy aja, nikmatin perjalanan." Aku lupa jam berapa sampe pos 2 kalo ga salah jam 2. Sampe pos 2 aku, kiki, rini langsung tiduran diatas rumput sambil istirahat. Kak noven, kak yoga, ayu lagi pada pasang tenda dibantu pendaki lain. Ga lama ada yang ribut-ribut, ternyata kawanku chacha pingsan, kawan-kawanku semua pada panik tapi akhirnya chacha dibawa ke tenda pendaki lain.

Tenda kamipun sudah selesai akhirnya aku kiki rini pindah ke tenda. Kami bikin 2 tenda. Yang 1 ada kak yoga, chacha, sopi, dan yang ke 2 ada aku, kiki, rini, ayu, kak noven. Tendaku banyak yang isi padahal kapasitasnya ga gede, jadilah kami dempet-dempetan. Aku tidur bener-bener kedinginan, kakiku menggigil. Ayu tidurnya ga mau diem. "Dingin bgt. Brrr." Ayu emang cuma pake sb, jaketnya dipinjam kiki. Aku tidur diatas matras, pake jaket, dan sb. Kiki sampe pake 2 jaket, yang dipinjamin ayu. Paginya aku bangun, badanku kembali segar bugar.
"Kamu tidur kayak orang mati shel tidurnya paling pojok lagi, ga gerak sama sekali dipanggil ga nyaut."
"Oalah pantes tidur diem aja, dia pake matras." Hahaha cuma aku yang pake matras, matrasnya pun aku pinjam kak noven. Dan kamipun sarapan mie rebus.
"Aku makan ga ya? Lagi ga laper." Kataku.
"Makan lah shel, nanti kita masih jalan panjang lagi. Dipaksain." Kata kiki.

Rencananya kami mau lihat sunrise tapi gagal karena ga bisa bangun. Jam 9an kita lanjut perjalanan ke puncak, kami diriin tenda itu dipos 2, kami cuma bawa bekal + hp. Tapi bekal yang bawa chacha. Diseperempat jalan kak yoga chacha sopi duluan. Kami laper, mana yang bawa bekal chacha.
"Kita makan daun bisa lho." Kata ayu
Untung ditengah perjalanan kami bertemu pendaki lain dan mereka ngasih kami 1 roti bungkus. Ok lah aku berterima kasih ada yang berbaik hati ngasih kami makanan walaupun hanya 1 roti. Kami melewati batu tulis, disitu kaki aku ngerasa udah ga enak. Setelah ngelewatin batu tulis kami bertemu pendaki yang 'katanya' udah seven summit, kak erwin / bang ocid. Kak erwin bersedia menemani kami sampe puncak Menara. Jalan menuju puncak Menara tidak lagi tanah datar + batu-batu kecil melainkan bebatuan besar. Dan kakiku tambah sakit lagi. Tapi aku tahan dan sampai juga lah kami dipuncak Menara sekitar jam 2 kurang. Kami mau ngelanjutin ke puncak kenteng songo tapi ga jadi karena waktunya kurang. Aku bisa sejajar dengan awan dipuncak Menara ini. Indah banget. Jam 4 kami turun ke tempat tenda kami.

Tiba-tiba,
"Masih kuat ga shel?." Kata kiki.
"Jangan dipaksain kalo ga kuat digendong aja." Kata kak erwin.
"Masih kuat kok cuma kaki aja ga tau kenapa, sakit." Kataku bohong sambil duduk. Sejujurnya kaki aku udah ga kuat lagi dibuat jalan.
"Pergelangan kakimu yang sakit?. Kalo kamu paksain nanti kamu kena engsel dan itu bahaya. Belum lagi turun dari pos 2 ke basecamp."
Tanpa pikir panjang, langsung aku iyakan. Jadilah aku digendong kak erwin haha memalukan. Kak erwin gendong aku sambil lari. Ya ampun aku jadi ketakutan sendiri. Sesekali kak erwin berhenti sambil ngencangin tali yang nahan aku. Kawan-kawan aku ketinggal dibelakang. Sampai juga dipos 2, tapi ada yang aneh. "Tendanya kok cuma 1." Batinku
"Mereka udah turun duluan, katanya tunggu dibasecamp." Kata pendaki lain dan itu temanya kak erwin. Aku dibawa kedepan tenda kak erwin. Dan kaki aku diolesin minyak / balsem.
"Kenapa bang?." Tanya temanya kak erwin sambil menatapku.
"Pergelangan kakinya sakit hampir mau kena engsel. Lagian dia pake sepatu converse." Jawab kak erwin.
Aku cuma ber-haha ria. Akhirnya kawan-kawanku datang. Mereka kaget karena cuma ada 1 tenda.
"Kita ditinggal sama mereka nih?. Ya ampun parah." Kami semua beres-beres, lipatin tenda dan siap untuk turun. Oiya, pas kami sampai pos 2 ada monyet-monyet berkeliaran disekitar sini. Untung lah di pos 2 udah pada sepi cuma tenda kak erwin dan temanya.
"Sementara kamu pake sendal gunung ini dulu. Sepatunya disimpan." Suruh kak erwin.
"Iya kak." Jawabku mengangguk.
Kak erwin dan kak riski bersedia temani kami turun ke basecamp. Ada pasangan yang juga ikut turun dengan kami. Sebelum jalan, hidung kami semua dikasih salonpas. Udaranya memang lumayan dingin sore itu. Tadinya aku diurutkan tengah tapi sama kak erwin suruh didepan karena jalanku masih belum normal, iya kaki aku masih nyeri buat jalan. Aku jalan sambil dipegang kak erwin. Sampai di basecamp pukul 9 malam. Kak erwin dan kak riski istirahat sebentar dan kembali naik bersama pendaki lain.

***

Pokoknya banyak yang aku ambil dari pendakian pertamaku ini walaupun tidak sampai puncak tertinggi Merbabu, yang aku bisa ambil adalah kepedulian mereka atar sesama pendaki, kalo dijalan bertemu dengan pendaki lain selalu menyapa dan kasih semangat untuk yang naik maupun yang turun, aku bener-bener ngerasa bahagia. Coba deh ajak kawan-kawanmu daki gunung, kalian akan tau sifat asli mereka seperti apa. Tapi ingat ya, jangan sampai kalian ninggalin kawan-kawan kalian, naik bareng turun pun harus bareng. Jangan mentingin ego ya, di gunung kita semua sama. Saling semangat. Saling membantu. Saling menjaga satu sama lain. Dan jangan lupa juga bawa turun sampahmu. Naik gunung adalah salah satu impian terbesarku. Kata ayu, "Tanpa kita, kamu ga bisa sampe sini shel."

***

Terima kasih banget untuk kalian yang kala itu ngajak aku dan akhirnya bersedia menemani aku mendaki Merbabu dari basecamp sampai puncak Menara dan kembali lagi di basecamp dengan selamat.


SubhanAllah, betapa indah-Nya ciptaanmu ini.



Untuk mama dan papa, shella minta maaf udah bikin khawatir. Shella minta maaf nggak jujur kalo mau naik gunung. Karena shella tau kalaupun jujur pasti sia-sia. Untuk itu shella hanya bisa kasih ini buat mama dan papa, sebuah tulisan singkat dari Puncak Gunung Merbabu.

Maaf mah pah, shella belum bisa bahagiain kalian. Selalu bikin kalian jengkel, bikin kalian khawatir, bikin kalian marah. Tunggu shella sukses dan bikin kalian bangga dengan hasil tanganku sendiri. I Love You. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar